Resensi Buku: Lima Sekawan di Pulau Harta
M. Syam Arindha S
X-IPA A
Resensi:
1. Judul Novel : Lima Sekawan di Pulau Harta
2. Nama pengarang : Enid Blyton
3. Nama Penerbit : PT Gramedia Utama Jakarta
4. Tahun Terbit : 2002
5. Jumlah Halaman : 240 halaman
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
warahmatullaahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puji bagi
Allah SWT yang telah menolong kami menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan.
Tanpa pertolonganNYA mungkin saya tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta yakni
Nabi Muhammad SAW.
Penulisan
laporan ini dilakukan sehubungan laporan ini merupakan tugas dari sebuah mata
pelajaran di SMAN10 Samarinda. Saya juga berterima kasih kepada guru saya yang
telah memberikan tugas ini karena dengan adanya tugas ini saya bisa menumbuhkan
keinginan saya dalam hal membaca. Dan juga saya berterima kasih kepada kedua orang
tua saya yang telah mendukung saya dalam penulisan laporan ini.
Semoga
laporan ini bisa memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
25 Mei 2014
penyusun
(M. Syam Arindha)
DAFTAR ISI
Bab I Pendahuluan________________________________________________________1
A.
Latar
Belakang______________________________________________________1
B.
Tujuan
Penulisan____________________________________________________1
C.
Rumusan Masalah___________________________________________________1
Bab II Uraian______________________________________________________________2
A.
Isi_________________________________________________________________2
B.
Sinopsis____________________________________________________________2
Bab III Kesimpulan_________________________________________________________7
A.
Kelebihan__________________________________________________________7
B.
Kekurangan_________________________________________________________7
C.
Manfaat___________________________________________________________7
Bab IV Penutup
Daftar Pustaka
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
Dalam rangka menyelesaikan tugas yang diberikan kepada saya,
akhirnya saya pun menulis laporan ini. Selain itu, banyak sekali manfaat yang
kita dapat dalam membuat laporan, kita dapat mengetahui struktur sebuah laporan
dan juga yang tak kalah pentingnya yaitu bisa menambah wawasan dan minat
membaca kita. Di zaman yang modern ini banyak sekali remaj-remaja yang tidak
minat bahkan tidak suka sama sekali. Maka dari itu pembuatan laporan ini
setidaknya bisa menambah wawasan dan minat para remaja sekarang ini menjadi
lebih suka membaca.
B. Tujuan Penulisan
o Menyelesaikan
tuntutan tugas yang diberikan
o Menumbuhkan
minat baca siswa
o Mengetahui
struktur sebuah laporan
o Dapat
mngidentifikasi semua bagian dari laporan
o
Membahas synopsis dari novel Lima
Sekawan – Di Pulau Harta
C. Rumusan Masalah
·
Apakah isi dari
buku ini?
·
Apakah sinopsis
dari buku ini?
Bab II Uraian
A. Isi
Novel ini berisi kumpulan cerita-cerita
petualangan lima sekawan di Pulau Harta. Cerita ini merupakan karya fiksi
dari penulis Inggris, Enid Blyton yang paling terkenal. Buku Lima
Sekawan terbit pertama kali pada tahun 1942 di Inggris, pada seri pertama Five on a
Treasure Island (Lima Sekawan di Pulau Harta Karun) yang mendapat banyak
pujian serta kritik. Seri-seri dari Lima Sekawan telah menjadi karya cerita
anak-anak Enid Blyton yang paling disukai di banyak negara. Bahkan semua
serinya telah diadaptasi menjadi hiburan televisi di Inggris.
Lima Sekawan adalah grup fiksi dari
detektif cilik - Julian, Dick, Anne dan George serta anjing mereka, Timmy.
Mereka berlima sering terlibat ke dalam kasus-kasus menarik yang misterius
serta melakukan petualangan yang menarik. Tempat yang menjadi latar belakang
cerita Lima Sekawan kebanyakan adalah fiksi, seperti Pulau Kirrin yang menjadi lokasi harta karun
pada seri pertamanya.
B. Sinopsis Dari Buku
Dalam
buku ini mengisahkan
pengalaman dari tiga bersaudara yang bernama Julian, Anne, dan Dick. Suatu hari
mereka ingin bertamasya ke Polseat, tetapi karena penginapan di sana semua
penuh maka ayah mereka merubah tujuan tamasya menjadi ke rumah Paman Quentin.
Ayah mereka menelpon Bibi Fanny (istri Paman Quentin) dan ternyata Bibi Fanny
mau menerima Julian, Anne, dan Dick tinggal bersama keluarganya. 7 hari
kemudian mereka berangkat. Sesampainya disana mereka tidak melihat Georgina
sepupu mereka (anak Bibi Fanny dan Paman Quenty). Setelah makan malam orang tua
mereka langsung pergi.
Setelah beberapa lama mereka semua
tertidur. Julian dan Dick berbeda kamar dengan Anne tapi Anne tidak sendiri
karena ia sekamar dengan Georgina. Namun Georgina belum pulang. Baru saat Anne
tertidur pulas ia datang. Ternyata Georegina penampilannya seperti laki laki.
Mereka kemudian berbicara dan Georgina ternyata tidak suka di panggil Georgina
tetapi ia suka di panggil George. Saat bangun Bibi Fanny menyuruh Goerge untuk
menemani para sepupunya itu namun ia tidak mau. Tetapi akhirnya ia mau karena
disuruh ayahnya. Akhirnya George menami mereka ke pantai.
Dan disana ia
mangatakan bahwa ia punya pulau sendiri bernama pulau Kirrin.
Ia lalu bercerita tentang pulau itu dan
kapal yang karam didekat pulaunya itu. Dan ia juga bercerita tentang Tim dan
memperlihatkan Tim kepada mereka.
Dan ternyata Tim adalah seekor anjing
yang George titipkan kepada Alf seorang anak nelayan dengan membayar semua uang
sakunya karena ia tidak boleh memelihara Tim. Setelah itu mereka mendengar
suara denting lonceng tukang es Julian pun membeli empat es krim untuk mereka
semua. Merekapun menjadi sahabat dan berteman. Dan George mau mengajak mereka
ke pulaunya.
Paginya mereka pun bermain di laut.
Setelah bermain mereka pun makan makanan yang sudah disiapkan Bibi Fanny. Saat
makan mereka bercerita kepada bibi Fanny apa yang terjadi kecuali bagian Tim.
Tetapi hampir saja Anne mengatakan Tim, untung saja George menendang kaki Anne.
George pun disuruh oleh bibi Fanny supaya tidak ikut makan malam. Karena
kasihan, Anne pun mendatangi George dan meminta maaf. Dan merekapun bermaafan.
Keesokan harinya mereka berangkat. Dan perahunya sudah disiapkan oleh Alf.
Mereka pun berangkat dan George yang mendayung. Dan setelah itu diganti Julian.
Mereka mengitari Pulau Kirrin. Dan saat angin menjadi ribut Anne melihat sebuah
kapal karam di bawah air. George dan Julian pun menyelam melihat kapal
tersebut. Setelah itu mereka pulang dan malamnya mereka tidur pulas.
Pagi harinya Bibi Fanny mengajak mereka
semua piknik dan setelah beberapa hari mereka pergi kepulau Kirrin. Tetapi
sebelum kepulau Kirrin George sudah menjelaskan bahwa sebentar lagi akan badai.
Tetapi para sepupunya bersikeras tetap ingin pergi. Merekapun pergi dan tak
lupa mereka juga mengajak tim. Setelah sampai disana mereka melihat-lihat
puing-puing puri.
Tiba-tiba badai datang merekapun
berteduh di bawah kamar puri yang belum hancur. Karena kedinginan Julian pun
mengambil beberapa ranting dari dekat sarang burung gagak. Setelah api menyala
merekapun bergantian mencari ranting. Badaipun semakin ganas. Merekapun takut
tapi mereka tetap bercakap-cakapan. Setelah badai mereda mereka keluar dan
terlihat ada sebuah kapal karam di pantai dan ternyata itu kapal yang kemarin
terseret ombak saat badai.
Setelah melihat ada kapal karam mereka
lansung memeriksanya. Akan tetapi, George melarangnya karena masih berbahaya.
Karena Kapal tersebut masih bisa terkena ombak dan jika terkena ombak yang
besar mungkin kapalnya akan terguling. Karena hal itu merekapun langsung pulang.
Sesampainya dirumah merekapun langsung makan. Saat makan pun mereka berbincang-bincang
dan Anne hampir bercerita tentang kapal dan tim lagi. Setelah makan, keempat
bersaudara itu bermain kapal karam. Tetapi karena terlalu berisik mereka jadi
dimarahi oleh ayah Goerge. Setelah ayah Goerge pergi, mereka langsung lebih
tenang dan mereka merencanakan untuk melihat kapal besok.
Keesokan harinya mereka menuju pulau
Kirrin dan memeriksa kapal karam tersebut. Ternyata setelah lama mencari mereka
dapat menemukan sebuah peti kayu yang ada di sebuah almari. Setelah mendapatkan
kotak tersebut mereka membawanya keluar. Saat keluar mereka melihat banyak
perahu nelayan yang melihat kapal karam tersebut. Walau pun tidak terlalu dekat
George tetap marah dan berteriak supaya para nelayan itu menyingkir. Setelah
itu mereka pulang dan ternyata ayah george sudah menunggu untuk memarahi mereka
karena terlambat pulang. Peti yang ditemukan tadi disembunyikan di bawah tempat
tidur yang digunakan Julian dan Dick. Dan mereka langsung mengembalikan Tim ke
Alf.
Pagi harinya mereka mencoba membuka
peti tersebut. Tetapi usaha mereka selalu gagal akhirnya mereka menjatuhkan
peti itu dari lantai dua. Dan peti tersebut pun terbuka, namun karena itu
terlalu berisik akhirnya ayah George datang dan mengambil peti tersebut. Mereka
kecewa, tetapi mereka tidak kehabisan akal. Mereka akhirnya mengambil peti
tersebut saat dia tidur dan ternyata saat mereka membuka peti tersebut mereka
menemukan sebuah peta yang bertuliskan INGOTS artinya emas batangan. Lalu
Julian menjiplak peta tersebut dan mengembalikan peti dan peta tersebut kekamar
ayah George.
Pagi hari di surat kabar banyak sekali
yang mengabarkan tentang kapal karam tersebut. Dan ternyata ayah George sudah
menjual Peti tersebut ke orang lain dan George curiga kalau orang itu tau
tentang harta tersebut. Dan ternyata orang itu juga mau membeli pulau Kirrin.
Paginya mereka berangkat ke pulau
kirrin, tetapi sebelum kesana mereka sudah mempersiapkan semuanya dan tidak
lupa membawa tim karena mereka ingin bermalam disana. Dan saat berangkat peta
mereka jatuh kelaut, untung saja peta tersebut langsung diambil dan masih bisa
dibaca. Setalah sampai kepulau mereka melihat peta dan menuju tempat yang
ditunjukan oleh peta tersebut. Dan sesampainya disana mereka membersihkan
lantai tempat tersebut karena dipenuhi dengan tanah. Dan mereka menemukan
sebuat batu yang bisa ditarik. Mereka pun menariknya dan ternyata ada sebuah
ruangan dibawah tanah. Merekapun masuk ke dalam ruangan tersebut. Dan
mereka menemukan sebuah pintu kayu.
Merekapun lansung mendorong pintu kayu
tersebut. Tetapi tidak bisa dan akhirnya mereka menggunakan kapak. Julian mengusulkan
untuk mengunakan kapak dan merekapun kembali untuk mengambil kapak. Tetapi
sesampainya diluar, ternyata hari sudah malam dan mereka tidak ingin pergi
kesana. Merekapun bermalam dipulau tersebut. Saat paginya. Mereka mencoba
membuka pintu tersebut dengan kapak. Saat pintu tersebut di pukul dengan kapak,
serpihan kayunya pun mengenai Dick. Julian langsung menyuruh Anne untuk
mengobati luka Dick. George dan Julian mencoba membukanya lagi , dan telah
sekian lama mencoba akhirnya pintu tersebut terbuka juga.
Mereka sangat senang dan mereka
langsung memanggil Anne dan Dick, tetapi yang datang ternyata Jake penjahat dan
temannya. Kedua penjahat itu mengurung mereka di ruangan tersebut dan
meninggalkan George dan Julian diruangan tersebut untuk memangil teman-teman
mereka. George menulis surat dan menyuruh Tim menyampaikannya kepada Dick dan
Anne diatas. Setelah tim memberikan surat tersebut Anne dan Dick melihat di
pantai ternate ada sebuah perahu motor dan mereka menyadari bahwa ada orang
lain di pulai Kirrin dan pasti orang itu adalah orang yang mau membeli pulau
Kirrin.
Setelah itu Dick mengajak Anne ke
tempat mereka bermalam. Dick memutuskan untuk menyelamatkan Julian dan George
dengan turun ke bawah melewati sebuah sumur tua. Dan sesampainya disana ia
memanggil George dan Julian mereka menjawab. Dan akhirnya Dick tau bahwa kedua
saudaranya ada di dalam ruangan tersebut.
Dick lalu mengeluarkan mereka. Setelah
keluar dick mengajak desua saudaranya itu keatas melewati sumur yang tadi ia
lalui. Anne pun sudah menunggu di luar dari tadi. Saat mereka berkumpul, mereka
merencanakan ingin menjebak penjahat-penjahat tersebut di ruang harta.
Tetapi semua itu tidak terjadi sesuai rencana. Setelah Dick menguncinya
ternyata pintu itu jebol karena didorong para penjahat. Dick kemudian lari dan
keluar melewati sumur. Saudara-saudaranya sudah menunggu. Mereka pun lari ke
kapal para penjahat dan mengambil dayung mereka. George menghancurkan perahu
penjahat supaya para penjahat tidak bisa lari. Setelah itu barulah mereka pun
lari.
Sesampainya di pondok Kirrin mereka
menceritakan semua yang terjadi pada Bibi Fanny dan Paman Quentin. Setelah Bibi
Fanny dan Paman Quentin mendengarnya, mereka lansung menelpon polisi dan pengacaranya.
Setelah polisi dan pengacara datang mereka langsung menceritakan apa yang
terjadi. Akhirnya polisi percaya dan langsung pergi menuju Pulau Kirrin.
Setelah para penjahat tertangkap, polisi kembali ke Pondok Kirrin serta membawa
beberapa emas untuk menunjukkannya kepada orang tua George. Setelah hal
tersebut ayah George meminta George supaya mengatakan apa keinginannya dan yang
diminta George ternyata hanyalah Tim. Ayah George menyetujuinya. Akhirnya George
juga bersekolah sama dengan Anne dan kelima sekawan itu pun kembali bersama lagi.
Bab III Kesimpulan
A.
Kelebihan
1)
Pada
segi penyampaian ceritanya yang menggunakan bahasa sehari-hari, bersifat
santai, dan mudah dimengerti oleh pembaca.
2)
Merupakan
salah satu serial petualangan anak yang digemari oleh anak-anak di seluruh
dunia.
B. Kekurangan
1) Tidak dilampirkannya biografi singkat
tentang penulis dan juga kualitas kertasnya yang kurang baik.
C. Manfaat
1.
Memberikan
pembelajaran tentang pantang menyerah dan menanamkan untuk selalu berusaha dalam
menyelesaikan suatu masalah.
2.
Mengajarkan
tentang kesetia kawanan, kekompakan dan kerja sama tim yang akan berhasil
dengan baik jika dilakukan bersama-sama.
3.
Memberikan
pelajaran bahwa kerjasama tim tidak saja antara sesama manusia, tetapi juga
dapat dibangun antara manusia dan hewan.
Bab IV Penutup
Segala puji bagi Allah SWT karena pada
akhirnya laporan ini dapat terselesaikan. Terima kasih kepada semua yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat terselesaikan, khususnya kepada guru pembimbing kami. Kami memohon
maaf yang sebesar-besarnya apabila pada laporan ini terdapat kata-kata yang
tidak berkenan dan masih banyak kekurangan. Agar laporan ini dapat lebih baik
lagi, kami harap para pembaca agar berkenan untuk memberikan kritik dan saran
agar dapat membuat laporan lebih baik lagi nantinya. Semoga laporan yang kami
buat ini dapat memberikan wawasan pendidikan kepada para pembaca sekalian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Daftar Pustaka